Chapel Canisius College

Corporate, Education, and Healthcare, Public Buildings and Spaces

Acoustic Engineering, Audiovisual, Lighting Design

2018 · Jakarta, ID

Kapel Kolese Kanisius rampung dibangun pada 1931 dengan desain art deco era kolonial yang mengandalkan cahaya matahari dari jendela clerestory untuk penerangannya. Seiring bangunan-bangunan di sekitarnya makin menjulang selama beberapa dekade berikutnya, cahaya matahari itu makin terhalang, dan menjelang akhir 1980-an kapel terasa kurang terang. Renovasi 1988 mencoba mengatasinya dengan menurunkan plafon dan memasang lampu neon lebih dekat ke jemaat — tetapi hasilnya justru membuat kapel lebih gelap di siang hari, karena plafon baru menutup sisa cahaya matahari yang masih masuk, sementara lampu neon berkedip dan menerangi ruang secara tidak merata alih-alih menambah terang. Pada 2015, kerusakan struktur atap kayu memaksa dilakukannya renovasi menyeluruh, dan ALTA Integra bekerja sama dengan Atelier Cosmas Gozali dalam perencanaan dan pengawasan renovasi, sekaligus perhitungan akustik, pencahayaan, dan audio untuk ruang tersebut. Brief-nya mencakup tiga hal: mengganti struktur atap yang rusak, mengembalikan interior asli kapel, dan menghadirkan desain pencahayaan modern. Mengembalikan ketinggian plafon asli membuat cahaya matahari dan volume ruang yang hilang kembali masuk, dan pencahayaan buatan dirancang untuk bekerja bersama cahaya matahari yang dipulihkan itu, bukan menggantikannya — tim multidisiplin yang terlibat mencakup pencahayaan arsitektural, fisika bangunan, arsitektur pusaka (heritage), teknik elektrikal, dan konservasi. Hasil renovasi membuat kapel terasa lebih terang, lebih tenang, dan lebih agung dibanding baik desain asli 1931 maupun hasil retrofit 1988 — cahaya matahari dan cahaya buatan kembali bekerja bersama alih-alih saling menggantikan, dengan karakter art deco dan struktur atap kayu kapel yang dipulihkan, bukan disembunyikan di balik plafon yang diturunkan.