Terms & Definitions

Arti RT60, STC, Rw, NC, STI, UGR, lux, OTTV, dan istilah teknis lain yang muncul di laporan akustik, pencahayaan, dan audiovisual, dijelaskan singkat.

Reverberation Time (RT60) (T30, T20)
Waktu dalam detik yang dibutuhkan bunyi di dalam ruang untuk meluruh 60 dB setelah sumbernya berhenti. RT60 panjang membuat ucapan kabur; RT60 pendek membuat ruang musik terasa mati. Nilainya ditentukan volume ruang dan total penyerapan permukaannya.
Sabine and Eyring equations
Dua rumus klasik untuk memprediksi RT60 dari volume dan penyerapan. Sabine akurat pada ruang yang cukup dengung; Eyring lebih tepat ketika penyerapan rata-rata sudah tinggi, karena pada kondisi itu Sabine memberi nilai berlebih.
Absorption coefficient (α, NRC, αw)
Bagian energi bunyi datang yang diserap permukaan alih-alih dipantulkan, bernilai 0 sampai 1, dinyatakan per pita oktaf. NRC dan αw meringkas kurva itu menjadi satu angka untuk perbandingan cepat.
Sound Transmission Class (STC)
Nilai tunggal seberapa besar bunyi udara yang ditahan sebuah partisi, menurut ASTM E413. Makin tinggi makin baik. Pembobotannya condong ke frekuensi bicara, sehingga bisa terlihat bagus pada dinding yang sebenarnya bocor di nada rendah.
Weighted sound reduction index (Rw, DnT,w)
Padanan STC menurut ISO 717-1. Rw adalah nilai elemen di laboratorium; DnT,w adalah nilai yang benar-benar tercapai antara dua ruang di lapangan, dan itulah angka yang dirasakan penghuni.
Spectrum adaptation terms (C, Ctr)
Koreksi yang ditambahkan pada Rw sesuai jenis kebisingan yang ditahan. C cocok untuk ucapan dan kebisingan kantor; Ctr cocok untuk lalu lintas, musik, dan sumber bernada rendah, biasanya yang lebih berat dari keduanya.
Impact sound rating (Ln,w, IIC)
Seberapa besar bunyi langkah kaki dan benda jatuh yang diteruskan lantai ke ruang di bawahnya. Untuk Ln,w makin rendah makin baik; untuk IIC makin tinggi makin baik, keduanya berlawanan arah, dan ini sumber kekeliruan spesifikasi yang umum.
Flanking transmission
Bunyi yang melewati partisi lewat jalur lain: pelat lantai menerus, plafon yang menyambung, atau ducting. Inilah sebabnya dinding yang diuji Rw 55 di laboratorium bisa hanya mencapai DnT,w 42 di lapangan.
Noise Criteria / Noise Rating (NC, NR)
Deskripsi angka tunggal untuk kebisingan latar yang dapat diterima di sebuah ruang, dibandingkan terhadap sekumpulan kurva pita oktaf. Kantor NC 30 tergolong tenang; NC 45 tidak cocok untuk pekerjaan yang butuh konsentrasi.
Equivalent continuous sound level (LAeq)
Tingkat bunyi berbobot A yang tetap dan membawa energi setara dengan kebisingan berfluktuasi selama periode pengukuran. Menjadi dasar hampir semua baku mutu kebisingan lingkungan, termasuk di Indonesia.
Room mode (axial, tangential, oblique)
Gelombang berdiri di antara permukaan-permukaan sejajar sebuah ruang. Mode membuat sebagian nada rendah menggelegar dan sebagian lain hilang tergantung posisi pendengar, dan ditentukan oleh dimensi ruang, bukan material pelapisnya.
Schroeder frequency
Frekuensi batas: di atasnya ruang berperilaku statistik, di bawahnya mode-mode individual mendominasi. Menandai titik ketika RT60 tidak lagi cukup untuk menggambarkan ruang.
Speech Transmission Index (STI, STIPA)
Ukuran 0–1 untuk kejelasan ucapan di sebuah ruang, menurut IEC 60268-16. Sistem voice alarm umumnya harus membuktikan STI minimal 0,50 di setiap titik ukur.
Potential / Needed Acoustic Gain (PAG, NAG)
Pemeriksaan klasik stabilitas feedback pada sistem suara langsung. Jika gain potensial lebih rendah dari gain yang dibutuhkan, sistem akan berdenging sebelum cukup keras, persoalan geometri yang tidak bisa diperbaiki equaliser.
Illuminance (E, lux)
Cahaya yang sampai pada sebuah permukaan, dalam lumen per meter persegi. Inilah yang terbaca oleh lux meter dan yang menjadi satuan hampir semua kriteria pencahayaan.
Luminance (L, cd/m²)
Cahaya yang meninggalkan permukaan menuju mata, terang yang benar-benar dirasakan. Silau, kontras, dan keterbacaan layar adalah persoalan luminansi, bukan iluminansi.
Maintained illuminance (Ēm)
Iluminansi rata-rata yang tetap harus dipenuhi desain pada akhir siklus pemeliharaan, bukan pada hari pertama. Merancang berdasarkan angka hari pertama adalah cara paling umum sebuah desain yang semula patuh menjadi gagal dua tahun kemudian.
Maintenance factor (MF, LLF)
Pengali yang memperhitungkan penurunan lumen lampu, kotoran pada armatur dan permukaan ruang, serta tingkat kegagalan lampu. Umumnya 0,7–0,8 di dalam ruang; mengasumsikan 1,0 diam-diam membuat instalasi kurang terang.
Unified Glare Rating (UGR)
Indeks terhitung untuk silau tidak nyaman dari armatur dalam bidang pandang, menurut CIE 117. Kantor dan ruang kelas umumnya dibatasi UGR ≤ 19.
Uniformity (U0)
Iluminansi minimum dibagi iluminansi rata-rata pada area kerja. Rata-rata tinggi dengan keseragaman buruk tetap terasa sebagai ruang yang belang dan tidak nyaman.
Colour rendering and colour temperature (CRI/Ra, CCT, Rf/Rg)
Ra menggambarkan seberapa setia sebuah sumber menampilkan warna; CCT dalam kelvin menggambarkan kesan hangat atau dinginnya cahaya. Rf dan Rg dari TM-30 memberi gambaran lebih utuh dibanding Ra pada ruang yang warnanya menentukan penjualan.
Lighting power density (LPD, W/m²)
Beban pencahayaan terpasang per satuan luas lantai. SNI 6197 membatasinya menurut fungsi ruang, dan biasanya inilah angka pertama yang diperiksa penilai energi.
Lumen method
Perhitungan rata-rata satu ruang: berapa armatur yang dibutuhkan untuk mencapai iluminansi rata-rata target, dengan mempertimbangkan geometri ruang, reflektansi permukaan, dan faktor pemeliharaan. Cepat, dan hanya tepat untuk ruang beraturan dengan tata letak beraturan.
Point-by-point method (E = I·cos³θ / h²)
Menghitung iluminansi langsung dari satu armatur ke satu titik tertentu berdasarkan distribusi intensitasnya. Alat yang tepat untuk pencahayaan aksen, fasad, dan olahraga, ketika nilai rata-rata tidak berarti apa-apa.
Room index (RI, k)
Angka bentuk yang menggabungkan panjang, lebar, dan tinggi pemasangan di atas bidang kerja. Inilah acuan untuk membaca tabel faktor utilisasi.
Utilisation factor (UF)
Bagian dari lumen armatur yang benar-benar sampai ke bidang kerja, setelah dikurangi pengaruh geometri ruang dan reflektansi permukaannya.
Photometric data file (IES, LDT)
Distribusi intensitas terukur dari armatur nyata, hasil pengujian LM-79. Tanpa berkas ini, perhitungan pencahayaan hanyalah perkiraan atas produk khayalan.
Daylight factor (DF)
Iluminansi dalam ruang dari cahaya alami sebagai persentase iluminansi luar tanpa halangan di bawah langit mendung. Menjadi dasar SNI 03-2396 dan penyaring cepat sebelum simulasi penuh.
Display Image Size for 2D Content (DISCAS)
Metode AVIXA yang menurunkan tinggi layar minimum dari jarak penonton terjauh dan elemen terkecil yang harus terbaca. Menggantikan aturan praktis dengan angka yang dapat diaudit.
Image System Contrast Ratio (ISCR)
Kontras yang diukur di layar dengan cahaya sekitar ruangan menyala. Metrik inilah yang menyingkap ruang rapat terang yang terlanjur dispesifikasikan dengan proyektor yang tidak mampu mengimbanginya.
Overall Thermal Transfer Value (OTTV, RTTV)
Perolehan panas melalui selubung bangunan yang dibobot luas, dalam W/m², menggabungkan konduksi lewat dinding dan kaca dengan perolehan panas matahari. SNI 6389 menetapkan batas 35 W/m²; RTTV adalah gagasan yang sama untuk atap.
Window-to-wall ratio (WWR)
Luas bidang kaca sebagai bagian dari luas fasad. Bersama peneduh dan pemilihan kaca, inilah tuas utama untuk menurunkan OTTV kembali ke bawah batas.
Solar heat gain coefficient (SHGC, SC)
Bagian radiasi matahari yang diteruskan kaca. SHGC rendah dengan transmitansi cahaya tampak tinggi adalah kombinasi yang membuat fasad tetap sejuk sekaligus terang alami.
Thermal transmittance (U-value)
Aliran panas melalui suatu konstruksi per satuan luas per derajat beda suhu, dalam W/m²K. Makin rendah makin baik insulasinya; nilainya kebalikan dari R-value.