Desain Akustik untuk Studio Musik dan Home Studio
Memahami Proses dan Lingkungan Studio Musik
Memahami Proses dan Lingkungan Studio Musik
Studio musik harus menyediakan perangkat untuk menjalankan proses produksi musik. Namun, untuk home studio musik, tidak harus memiliki peralatan produksi selengkap studio musik pada umumnya. Selain itu, studio musik juga dapat menjadi salah satu industri pendukung utama dalam dunia hiburan, yang mencakup kegiatan rekaman vokal, pertunjukan musik akustik, dan penggunaan alat musik elektronik.
Suara dalam studio musik dihasilkan oleh alat musik dan ditangkap oleh transducer (perangkat yang mengubah energi suara menjadi energi elektronik), termasuk mikrofon atau perangkat elektronik yang tertanam pada alat musik itu sendiri.
Energi elektronik dari mikrofon ditransmisikan ke control room melalui berbagai jalur perangkat elektronik dan dapat disimpan untuk digunakan di kemudian hari.
Energi elektronik berupa sinyal audio dapat berformat analog maupun digital. Sinyal audio tersebut kemudian ditransmisikan melalui kabel biasa, kabel optik, atau secara nirkabel. Sinyal yang telah tersimpan dapat diputar, diedit, atau digabungkan dengan sinyal rekaman lain hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan oleh music producer. Setelah selesai, hasil rekaman akhir kemudian di-mastering dan diduplikasi untuk keperluan publikasi atau komersial. Duplikasi materi musik ini dapat berupa compact disc, piringan hitam, blu-ray, atau file digital yang dapat diunduh.
Desain Akustik pada Studio Musik
Secara umum, studio musik adalah ruang tempat musisi memainkan musik, dan suara tersebut direkam serta diedit. Studio musik pada umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu take room, tempat suara musisi dan vokalis dimainkan dan ditangkap oleh mikrofon, serta control room, tempat sound engineer merekam permainan musisi dan vokalis yang kemudian disimpan, diedit, dipoles, di-mixing, diputar ulang, dan diproses mastering-nya.
Ukuran studio musik sangat bervariasi, mulai dari home studio musik dengan kapasitas tidak lebih dari delapan orang, hingga scoring stage yang dapat menampung seluruh musisi orkestra simfoni besar. Pada home studio musik, mix board dan perangkat elektronik lainnya bisa saja berada dalam satu ruangan yang sama dengan musisi dan sound engineer. Sementara pada fasilitas studio yang lebih besar dengan fungsi ruang terpisah, ruangan akan dibagi antara studio musik dan control room. Gambar 1 menunjukkan desain dasar untuk beberapa jenis studio musik.
Terlepas dari ukurannya, seluruh studio musik pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama. Meski demikian, ada pula studio musik atau home studio yang memiliki kebutuhan khusus, baik dari segi akustik maupun fungsional. Ringkasan kebutuhan tersebut umumnya tercantum dalam Tabel 1 di bawah ini. Sebagian merupakan persyaratan akustik alami, sementara sebagian lainnya merupakan persyaratan yang bersifat fungsional.
Tabel 1 – Persyaratan Studio secara Umum
Persyaratan Akustikal
Persyaratan Fungsional
Ketenangan di bawah NC 20
Kontrol suhu dan ventilasi yang memadai
Isolasi dari lingkungan
Akses ke kamar mandi
Dengung yang memadai
Kontak visual dengan ruang control
Bebas dari kerusakan akustik
Area penyimpanan
Difusi yang wajar
Fasilitas pemeliharaan peralatan
Isolasi untuk instrumen yang berbeda
Ruang istirahat dan area telepon pribadi
Pengendalian dengung bass
Area percakapan (akses internet)
Penyerapan variabel
Ruang konferensi dan kantor
Panel dinding akustik (panel akustik menyerap atau merefleksikan)
Akses difabel
Akses ke pemasangan kabel
Cara Mendesain Home Studio Musik
Home studio musik, yang terkadang disebut juga studio project, kini semakin umum dan menjamur di mana-mana. Hal ini disebabkan oleh peralatan rekaman berkualitas tinggi yang kini semakin kecil bentuknya dan berformat digital. Peralatan tersebut dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan beberapa dekade lalu. Kecanggihan perangkat elektronik ini berpengaruh langsung terhadap pesatnya pertumbuhan jumlah home studio musik. Kualitas rekaman yang sangat baik kini dapat dihasilkan dengan biaya yang terjangkau.
Memilih lokasi yang menyediakan insulasi suara alami adalah langkah awal yang baik. Jika tersedia basement, itu mungkin merupakan pilihan terbaik; atau bisa juga menggunakan struktur ruangan terpisah yang dapat dimanfaatkan. Struktur ruangan terpisah yang dimaksud adalah ruangan yang tidak menempel pada bangunan lain, atau rumah utama yang berjarak jauh dari rumah-rumah lain.
Pilihan yang paling umum sekaligus paling sulit mungkin adalah membangun home studio musik di dalam garasi. Garasi berukuran dua mobil, sekitar 24 meter persegi, sebenarnya sudah cukup untuk satu ruang home studio musik. Garasi memang mudah dibangun, tetapi strukturnya harus diperkuat secara signifikan agar dapat mencapai insulasi suara yang memadai. Umumnya garasi dibangun dengan material yang kurang kokoh, sehingga menimbulkan biaya tambahan untuk memperkuat material garasi tersebut. Faktor inilah yang menjadi salah satu kendala terbesar saat membangun home studio musik di dalam garasi.
Gambar 2 menampilkan contoh desain untuk studio pribadi yang dibangun di dalam garasi yang berdiri sendiri. Contoh ini menggambarkan beberapa kesulitan dalam melakukan konversi yang berhasil. Tata letak ini cukup personal dan mencerminkan kebiasaan kerja penggunanya. Dalam contoh ini, operator dapat melakukan mixing dan pengaturan pada keyboard yang berfungsi sebagai Musical Instrument Digital Interface (MIDI), sebuah controller yang terhubung ke komputer sehingga beberapa musisi dapat ditampung dalam satu sesi rekaman.
Cara Mendesain Studio Musik
Studio musik formal terdiri dari satu atau lebih ruangan, tempat musik dimainkan dan direkam. Para musisi dapat bermain pada waktu yang bersamaan, meskipun mereka tidak saling bertatap muka. Dengan kemampuan mengirimkan rekaman musik dari satu tempat ke tempat lain secara elektronik, musisi dapat tampil di ruangan yang berbeda dengan jarak yang jauh dan pada waktu yang berbeda pula. Ketika seorang musisi bermain secara bersamaan di ruangan yang terpisah, yang diinginkan adalah memisahkan instrumen tersebut agar suaranya tidak masuk ke mikrofon lain. Ruang isolasi sederhana juga dapat membantu memisahkan studio ke dalam lingkungan akustik yang berbeda-beda.
Studio musik dapat digunakan untuk keperluan publik maupun pribadi, tergantung kebutuhan penggunanya. Gambar 3 menunjukkan denah untuk studio utama dan control room. Oleh karena itu, sebagian besar pekerjaan komposisi dilakukan pada keyboard dengan digital mix board. Bahkan, terdapat tiga workstation, masing-masing hanya berupa keyboard, mix board, dan komputer, yang disusun di sepanjang dinding depan dan samping control room.
Dalam lingkup studio musik, terdapat pula persoalan gema. Gema pada studio musik mencakup beberapa ruang yang diakses dari mini-lobby yang memisahkan studio musik dari control room. Lobby ini terkadang dapat digunakan sebagai ruang isolasi, khususnya jika dibutuhkan feedback, misalnya untuk gitar elektrik. Tersedia pula dua isolation booth dengan pintu kaca geser, yang dapat digunakan untuk instrumen individual seperti piano atau vokal.
Peredam suara juga turut menentukan kualitas studio musik. Dinding dan plafon yang terbuat dari beberapa lapis drywall dengan finishing panel kayu dapat dipasang pada plafon sebagai peredam. Peredam berbentuk lempengan persegi digantung dengan pengait pada dinding dan dapat dipindahkan atau dilipat untuk memperluas ruangan. Peredam ini juga berguna untuk mengatasi frekuensi dengung (hum). Waktu gema pada frekuensi tengah (mid frequency) berkisar 1,2 detik dan relatif rata di seluruh frekuensi. Gambar 4 menunjukkan rentang waktu gema yang tepat untuk sebuah studio musik.
Bass trap dibuat menggunakan air plenum yang dipasang pada plafon, seperti terlihat pada Gambar 5. Saluran fleksibel pada area ini menciptakan ruang dengan plenum penyerap bass. Area ini dipenuhi dengan insulasi fiberglass. Energi frekuensi rendah dapat masuk melalui diffuser dan keluar dari saluran menuju volume yang telah di-treatment. Plafon yang tersegmentasi memerlukan diffuser permukaan kayu yang diterapkan untuk mengendalikan gema getaran.
Control room didesain agar lebih "mati" (deader) dibandingkan studio, yaitu sekitar 0,5 detik pada frekuensi tengah. Dinding dilapisi panel fiberglass setebal 2 inci (52mm) yang dibungkus kain. Plafonnya cukup rumit — dua lapis drywall 5/8 inci digantung menggunakan pegas (spring) untuk memberikan insulasi suara melalui plafon menuju atap. Bass trap dibangun pada ruang di atas kabinet peralatan dan pada penutup video monitor. Jendela-jendela disusun sedemikian rupa sehingga terdapat kontak visual antara control room dan setiap titik pada studio, termasuk ruang isolasi.
Untuk konsultasi studio musik, silakan isi formulir di bawah ini atau hubungi kami di:
ALTA Integra
Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10210
Telp: 021 3513351
Fax: 021 3458143