Arsitektur Gedung Pertunjukan: Musik, Opera, Drama, dan Tari
Jenis Gedung Pertunjukan Berdasarkan Jenis Pertunjukannya
Jenis Gedung Pertunjukan Berdasarkan Jenis Pertunjukannya
Berikut adalah tabel jenis-jenisnya – jenis seni pertunjukan pada umumnya dipentaskan di gedung pertunjukan.
Untuk memudahkan pemahaman terhadap artikel ini, perlu dipahami terlebih dahulu definisi berikut:
Stage atau panggung adalah area tempat para performer melakukan aksi pertunjukannya. Auditorium atau area penonton adalah tempat penonton duduk untuk menyaksikan performer melakukan aksinya.
Concert Hall
Concert Hall adalah gedung yang digunakan untuk konser musik klasik seperti pertunjukan Symphony Orchestra atau Philharmonic Orchestra yang disertai Choir atau Pipe Organ. Concert Hall memiliki kapasitas panggung hingga 100 performer beserta alat musiknya, dengan kapasitas auditorium sekitar 1500–2000 kursi. Desain arsitektur Concert Hall umumnya berbentuk kotak (shoebox) atau Vineyard. Terkadang ada pula Concert Hall yang berbentuk oval.
Opera House
Opera House adalah gedung pertunjukan untuk Opera, Teater, dan Balet. Opera House biasanya memiliki kapasitas auditorium sekitar 1800–2200 kursi. Desain arsitektur auditoriumnya umumnya berbentuk tapal kuda (horseshoe).
Opera House biasanya memiliki dua bagian panggung, yaitu Main Stage dan Orchestra Pit. Main Stage adalah panggung utama untuk pertunjukan Teater, Opera, atau Balet. Orchestra Pit adalah area bagi para pemusik orkestra untuk mengiringi pertunjukan. Orchestra Pit biasanya terletak di bagian depan-bawah Main Stage dan umumnya berkapasitas hingga 120 musisi.
Recital Room
Recital Room biasanya digunakan untuk pertunjukan musik dengan skala lebih kecil, seperti pertunjukan solo instrumen atau Chamber Orchestra. Karena tingkat volume suara instrumen solo relatif kecil, Recital Room umumnya memiliki kapasitas yang relatif kecil pula, sekitar 200–600 kursi. Desain arsitektur Recital Room umumnya berbentuk shoebox dengan auditorium bertipe End Stage, di mana penonton hanya duduk di sisi depan panggung.
Drama Theater
Drama Theater adalah ruang untuk pertunjukan drama, mulai dari drama Yunani, Timur Tengah, Inggris, Cina, Amerika, wayang/boneka, pantomim, hingga multimedia.
Desain arsitektur panggung Drama Theater umumnya berbentuk kotak, sementara desain auditoriumnya dapat berupa:
1. In the Round / panggung 4 sisi
2. Thrust / panggung 3 sisi,
3. End Stage (satu sisi),
4. Alternate Traverse (2 sisi)
5. Traverse (2 sisi)
6. Promenade (bebas)
Entertainment Venue
Entertainment Venue adalah gedung pertunjukan serbaguna untuk berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik, stand-up comedy, sulap, pembacaan puisi, dan lain-lain. Dari segi jenis panggung dan auditorium, terdapat beragam desain Entertainment Venue dengan kapasitas mulai dari 100 orang hingga 12.000 orang.
Dance Theater
Dance Theater adalah tempat pertunjukan tari. Dance Theater memiliki desain yang agak berbeda dari gedung pertunjukan lainnya, yaitu posisi panggung yang lebih rendah dibandingkan posisi auditorium.
Musical Theater
Musical Theater adalah gedung khusus yang dirancang untuk pertunjukan musikal dengan kapasitas hingga 2000 orang. Musical Theater biasanya menampilkan genre musik jazz, rock, populer, kontemporer, tradisional, dan lainnya. Musical Theater memiliki beragam desain, namun umumnya berbentuk shoebox. Desain panggung dan auditoriumnya pun bermacam-macam.
Flexible Theater
Sebagai Arsitek dan Investor, kita dapat merancang gedung teater secara bebas dengan berbagai fungsi. Bentuk panggung dan auditorium dapat diubah sesuai kebutuhan. Salah satu contohnya adalah Royal Albert Hall yang digunakan untuk beragam pertunjukan, mulai dari konser musik rock, kompetisi olahraga, hingga pertunjukan sirkus.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai fungsi dan desain arsitektur gedung pertunjukan, silakan isi formulir berikut atau hubungi kami di:
ALTA Integra
Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10120
Telp: 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143