Semua insights
Perspective 15 Juli 2026 · 5 menit baca

Memahami Kebisingan Ruang (Noise Room)

Artikel ini membahas pemahaman dasar mengenai kebisingan latar belakang (background noise) dan kebisingan ruang (noise room).

A Oleh ALTA Integra
Memahami Kebisingan Ruang (Noise Room)

Artikel ini membahas pemahaman dasar mengenai kebisingan latar belakang (background noise) dan kebisingan ruang (noise room). Artikel ini juga membahas pengaruh kebisingan latar belakang terhadap kualitas suara musik.

Definisi Background Noise

Background noise atau kebisingan latar belakang adalah suara yang mengganggu di suatu lokasi dalam kurun waktu tertentu. Di lokasi mana pun kita berada, kita akan selalu mendengar suara. Sumber suara yang dapat kita dengar dapat dibagi menjadi tiga kategori: pertama, suara yang disebabkan oleh peristiwa alam, seperti hujan, hembusan angin, dan sebagainya. Kedua, suara yang disebabkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Ketiga, suara yang disebabkan oleh mesin. Dengan demikian, background noise adalah gabungan dari seluruh suara yang terdengar dari ketiga sumber suara tersebut. Background noise memiliki frekuensi (Hz), level (dB), dan durasi waktu (detik).

Definisi Noise Room

Istilah noise room biasanya digunakan masyarakat umum untuk menyebut kebisingan di dalam ruangan. Noise room adalah kebisingan yang ada di dalam ruangan kita. Setiap ruangan memiliki spektrum frekuensi dan harmonisasi kebisingan dengan level yang berbeda-beda satu sama lain. Layaknya sidik jari yang unik pada setiap manusia, begitu pula ruang dengar audio kita. Setiap ruangan bisa dikatakan memiliki “sidik kebisingan” (noise print) yang unik, meskipun ruangan tersebut dibuat dengan material yang sama, ukuran yang sama, dan berada pada posisi yang bersebelahan.

Kebisingan Eksternal

Kebisingan eksternal adalah gangguan suara yang berasal dari luar ruangan, yang merambat melalui media udara maupun konstruksi bangunan. Kebisingan eksternal dapat dibagi menjadi dua, yaitu kebisingan konstan (constant noise) dan kebisingan impulsif (impulse noise). Kebisingan konstan adalah kebisingan yang berlangsung terus-menerus, seperti suara yang ditimbulkan oleh kompresor AC yang berada tepat di luar ruangan kita. Kebisingan impulsif adalah kebisingan yang muncul sesekali, seperti suara pintu luar yang dibuka-tutup atau suara kendaraan bermotor yang melintas di jalan di luar ruangan.

Ilustrasi Noise Room

Kebisingan Internal

Kebisingan internal adalah gangguan suara yang berasal dari dalam ruangan itu sendiri. Sama seperti kebisingan eksternal, kebisingan internal juga dapat dibagi menjadi kebisingan konstan dan kebisingan impulsif. Kebisingan konstan yang berasal dari dalam ruangan dapat timbul akibat suara kipas AC atau kebisingan dari perangkat audio itu sendiri. Sementara itu, kebisingan impulsif yang terjadi di dalam ruangan berasal dari peralatan yang ada di dalam ruangan tersebut.

Ilustrasi Noise Room

Polusi Suara

Pada akhirnya, baik kebisingan konstan maupun kebisingan impulsif yang berasal dari dalam maupun luar ruangan akan diperkuat dan diperpanjang oleh resonansi dan reverberasi di dalam ruangan.

Gambaran Besaran Kebisingan dalam Sebuah Ruangan

Untuk memberikan gambaran mengenai ambang batas kebisingan dalam sebuah ruangan, berikut beberapa referensi yang sering dituliskan dalam buku teks akustik. Nilai 0 dB ditetapkan sebagai acuan ambang batas pendengaran manusia yang paling rendah. Pada kenyataannya, tidak ada ruangan biasa yang memiliki tingkat kebisingan 0 dB. Di ruang kosong yang tenang di rumah pada perumahan perkotaan mana pun, biasanya terdapat kebisingan sekitar plus minus 40 dB. Jika kita berada di food court yang ramai aktivitas, kebisingan dalam ruangan tersebut umumnya berada pada kisaran plus minus 60 dB. Jika kita berada di barisan terdepan sebuah konser rock kelas dunia, umumnya tingkat suara yang dapat kita dengar lebih besar dari 105 dB.

Apa Pengaruh Noise Room terhadap Ruang Musik?

Gambaran sederhana mengenai noise room dapat diilustrasikan sebagai berikut. Ketika kita berlibur ke suatu tempat yang jauh dari hiruk-pikuk malam hari, lalu duduk di bawah langit yang bertaburan bintang, kita mungkin bisa mendengar suara jangkrik dari kejauhan dan angin sepoi-sepoi yang menerpa dedaunan. Jika tempat tersebut begitu sunyi, kita bahkan mungkin bisa mendengar suara napas kita sendiri. Itu artinya, tingkat background noise di tempat tersebut lebih kecil dibandingkan suara napas kita. Namun, apabila di ruangan tersebut kita menyalakan kipas angin, masih bisakah kita mendengar suara napas kita sendiri?

Karena itu, untuk dapat menikmati detail suara musik yang umumnya bertingkat kecil, baik di concert hall, ruang audio, maupun control room sebuah studio rekaman, diperlukan background noise yang sangat rendah.

Secara matematis, kita bisa mengatakan bahwa di dalam ruangan kita terdapat noise room sebesar 50 dB dengan spektrum frekuensi yang relatif rata mulai dari 20 Hz hingga 20.000 Hz. Jika di dalam ruangan tersebut kita memutar musik dari perangkat audio dengan tingkat suara rata-rata 90 dB, maka dinamika musik sesungguhnya yang kita nikmati sebenarnya hanya sekitar plus minus 40 dB, tergantung posisi frekuensi musik tersebut.

Kesimpulan mengenai Noise Room

Pertama: disadari atau tidak, selama ini kita selalu mendengarkan kebisingan. Terkadang kebisingan yang kita dengar sangat mengganggu dan dapat meningkatkan tingkat stres kita. Salah satu terapi yang baik untuk menurunkan tingkat stres adalah dengan mendengarkan musik secara khusyuk. Namun kenyataannya, suasana tenang yang kita harapkan terkadang tidak dapat tercapai karena adanya kebisingan di dalam ruangan kita.

Kedua: meskipun kita sudah memiliki perangkat yang mampu menyajikan detail mikro secara akurat, kita tetap perlu memperhatikan hal ini. Sebab, informasi tersebut bisa saja terlewat oleh pendengaran kita karena tingkat kebisingan yang ada di dalam ruangan lebih besar dibandingkan detail-detail mikro yang dihasilkan oleh perangkat audio kita.

Untuk konsultasi noise room, silakan isi formulir berikut atau hubungi kami di:

ALTA Integra
Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10120
Telp: 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Terkait