Semua insights
Site Observation 15 Juli 2026 · 8 menit baca

Desain Akustik Sound Stage, Scoring Stage, dan Foley Stage Studio

Berikut adalah beberapa contoh studio rekaman yang digunakan untuk mendukung produksi film.

A Oleh ALTA Integra
Desain Akustik Sound Stage, Scoring Stage, dan Foley Stage Studio

Berikut adalah beberapa contoh studio rekaman yang digunakan untuk mendukung produksi film.

A. Desain Akustik pada Sound Stage Studio

Sound stage studio adalah studio film skala besar (blockbuster) yang digunakan untuk merekam gambar bergerak dan suara, sekaligus untuk memproduksi film secara indoor. Dari sisi akustik arsitektural, seluruh permukaan dinding dan langit-langit sound stage studio dipasangi panel akustik yang telah dihitung secara presisi. Sementara untuk lantainya, biasanya dilapisi karpet penyerap suara setebal 4 hingga 6 inci (100 hingga 150 mm).

Portofolio ALTA Integra (I-Studio Batam)

Tantangan utama dalam merancang noise control pada sound stage studio adalah menciptakan ruangan yang sesenyap mungkin dengan nilai Noise Criteria (NC) yang rendah. Karena itu, metode soundproofing untuk mencegah kebisingan dari luar masuk ke lokasi produksi menjadi sangat krusial. Kebisingan tersebut antara lain berasal dari aktivitas manusia, transportasi, hujan, dan berbagai sumber bising lainnya. Sistem isolasi suara diterapkan melalui konstruksi raised floor untuk mencegah gangguan suara akibat getaran kendaraan dari jalan maupun getaran lainnya, pembuatan struktur dinding dengan peredam getaran (vibration dampener), serta struktur langit-langit gantung (hanged ceiling) yang tidak meneruskan getaran dari struktur bangunan maupun suara.

Selain itu, unit pendingin (cooling unit) juga menjadi salah satu sumber kebisingan pada sound stage. Peralatan ini umumnya ditempatkan di dalam ruangan atau di bagian atas sound stage, sehingga kebisingannya cukup sulit dikendalikan. Salah satu solusinya adalah menempatkan unit pendingin di ruangan terpisah, dengan jarak tertentu dari diffuser unit pendingin, serta membangun sistem insulasi ducting yang baik melalui desain struktural yang tepat, ducting berkualitas, penggantung (suspension) yang tidak meneruskan getaran, dan pelapisan ducting dengan material soundproofing. Tujuannya adalah meminimalkan rambatan getaran akibat perangkat pendingin pada struktur konstruksi sound stage.

Setiap akses menuju sound stage menggunakan pintu soundproofing. Di dalam sound stage juga terdapat control room yang berdampingan dengan studio untuk memudahkan proses mixing dan rekaman. Perekaman audio dilakukan langsung melalui mikrofon yang mengirimkan sinyal ke penerima nirkabel (wireless receiver) yang berada di ruangan yang sama, meskipun jaraknya sering kali berkisar antara 75-100 kaki (23-30 m).

B. Desain Akustik pada Scoring Stage Studio

Scoring stage studio adalah studio yang digunakan untuk mengisi musik orkestra dalam produksi film. Di scoring stage studio, konduktor orkestra atau yang biasa dikenal sebagai komposer bekerja bersama banyak pemain musik, dengan layar besar yang menampilkan tayangan film atau video. Sambil bekerja di scoring stage, komposer dapat mendengarkan melalui headphone tunggal untuk mengevaluasi sebuah lagu, sekaligus membantu proses sinkronisasi film dan scoring musik. Isyarat visual juga diproyeksikan ke layar di scoring stage untuk menandai awal atau efek transisi nada. Scoring stage studio berukuran besar, hampir menyamai ukuran sebuah concert hall.

Contoh 01 Scoring Studio Abbey Road, London, Inggris
Contoh 02 Scoring Studio Abbey Road, London, Inggris

Salah satu scoring stage terbaik adalah Studio 1 di Abbey Road Studios, London, seperti terlihat pada Gambar 6. Dimensinya adalah 92,6 kaki x 59,7 kaki x 39,4 kaki (28,2 m x 16,1 m x 12,2 m) dengan volume total 218.000 kaki kubik (6.172 m3), atau sekitar sepertiga luas Boston Symphony Hall. Di satu sisi scoring stage terdapat layar proyeksi besar, sementara control room berada di sisi yang berlawanan.

Tata Letak Scoring Studio Abbey Road, London, Inggris

Scoring stage dirancang menyerupai concert hall, namun tanpa perlu mengakomodasi penonton. Lantainya rata, sementara dinding dan langit-langitnya memiliki permukaan dengan bentuk tidak beraturan untuk tujuan difusi suara. Waktu gema (echo) pada scoring stage dapat diubah dengan menggunakan tirai atau panel akustik. Untuk kebutuhan film, biasanya digunakan 5–8 mikrofon untuk menangkap sinyal surround, sementara kebutuhan lain bisa memerlukan 30–50 mikrofon untuk masing-masing kelompok instrumen, tergantung kebutuhan. Langit-langit yang tinggi pada scoring stage terkadang menyulitkan para musisi untuk saling mendengar, sehingga tersedia 12–18 kanal foldback dari mixing board ke pemain musik melalui headphone. Para musisi orkestra dapat bermain di scoring stage sambil duduk dengan kontak visual satu sama lain, sehingga permainan dapat diatur dan komposisi suara yang harmonis dapat tercapai.

Karena ukuran sound stage lebih kecil dibandingkan concert hall orkestra, para musisi sering kali tidak dapat bermain semaksimal penampilan terbaik mereka di atas panggung. Saat bermain, gema dalam ruangan, terutama pada frekuensi bass, dapat mengganggu suara lain dan membuat hasil rekaman kurang jernih. Jika keseimbangan komposisi telah dikoreksi dan control room ditata dengan baik, sound engineer dapat melakukan mixing dan mengendalikan surround pada scoring stage. Karakteristik gema pada scoring stage sama dengan pada concert hall. Studio Abbey Road di London memiliki waktu gema pada frekuensi 2,2 detik, sedikit meningkat pada frekuensi rendah dan relatif konstan pada frekuensi tinggi.

C. Desain Akustik pada Foley Stage Studio

Foley stage adalah ruangan yang digunakan untuk memanipulasi suara dengan efek suara (sound effect). Nama Foley stage diambil dari nama Jack Foley, salah satu pelopor awal efek suara. Foley stage pada umumnya berupa ruangan “mati” (dead room), dengan sebagian dinding dan langit-langit dilapisi material penyerap suara berkualitas baik, serta permukaan keras dengan beberapa lubang setiap 3 hingga 4 meter persegi.

Dalam proses rekaman di Foley stage studio, seniman foley (foley artist) menonton tayangan film pada layar di salah satu dinding, lalu menciptakan efek suara menggunakan tangan, kaki, dan berbagai peralatan teknis untuk menghasilkan suara yang diinginkan. Contohnya suara tamparan di wajah, suara langkah kaki, suara air saat mandi di kamar mandi, suara piring beradu dengan sendok-garpu, dan lain sebagainya.

Foley stage membutuhkan ruang di sekitar pit untuk mikrofon dan properti (props). Selain itu, perlu dibangun area penyimpanan properti pada dinding dengan panel penyerap suara yang dipasang berfungsi sebagai pintu. Sementara itu, rongga udara di belakang panel dapat meningkatkan penyerapan suara pada frekuensi bass.

Di dalam Foley stage juga tersedia ruang untuk scratch track. Suasana Foley stage harus lebih kondusif dibandingkan ruang rekaman lainnya, karena pengaruh mix musik yang lebih “panas” sehingga noise latar (background noise) lebih jelas terpancar ke mixer.

Foley stage studio kurang begitu populer di kalangan pembuat efek suara karena karakteristik akustik studio rekaman biasa umumnya lebih baik dibandingkan Foley stage studio, sehingga banyak yang lebih memilih melakukan proses rekaman efek khusus di studio rekaman.

Desain Akustik Foley Stage

D. Desain Akustik pada Studio Automatic Dialogue Replacement (ADR)

Automatic Dialogue Replacement (ADR) adalah studio untuk merekam ulang dialog setelah proses syuting selesai. Jika memungkinkan, pembuat film tentu ingin menggunakan suara asli yang terekam saat syuting berlangsung. Namun, noise latar atau kendala teknis sering membuat hal itu sulit dilakukan. Di ADR stage, para aktor merekam ulang bagian dialog mereka agar sinkron dengan adegan dalam film.

ADR stage berukuran mini, bahkan terkadang tidak lebih besar dari kamar mandi pada umumnya. Gema pada frekuensi rendah menjadi salah satu perhatian utama, sehingga sebagian besar ruangan menggunakan panel dinding dengan ketebalan minimal 2 inci (52 mm). Karena penggantian dialog terkadang juga mencakup aktivitas bernyanyi, artis biasanya memilih ruangan yang tidak terlalu senyap dengan volume sekitar 2,4 m x 3,7 m x 2,7 m. Untuk sesi rekaman suara, ditambahkan panel penyerap suara di sekitar aktor. Masalah flutter echo pada ADR sangat penting diperhatikan, dan dapat diatasi dengan memberikan treatment akustik pada dua permukaan dinding yang saling sejajar. ADR stage harus memiliki karakteristik waktu gema dan frekuensi yang terdistribusi merata. Panel akustik portabel juga dapat dipasang untuk membantu memvariasikan karakteristik akustik ruang di dalam ADR.

Contoh Studio Automatic Dialogue Replacement
Sumber: Acoustics Today Magazine, edisi April 2013

Untuk konsultasi desain studio, silakan isi formulir berikut atau hubungi kami di:

ALTA Integra
Jl. Hayam Wuruk No. 2 R – S
Jakarta Pusat, 10120
Telp: 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Terkait