Signify Innovation Day 2026: Mendorong Kinerja Bangunan Berkelanjutan Melalui Pencahayaan

Signify Innovation Day, Light the Future, menghadirkan tiga pembicara utama, panel beranggotakan lima orang dan demonstrasi teknologi pencahayaan di hadapan komunitas performa bangunan Jakarta pada 3 September 2026. Berikut argumen tiap pembicara, dan peran ALTA Integra dalam acara ini.

A Oleh ALTA Integra News 4 September 2026 · 6 menit baca · Jakarta, Indonesia
Signify Innovation Day 2026: Mendorong Kinerja Bangunan Berkelanjutan Melalui Pencahayaan

Signify Innovation Day, Light the Future, mempertemukan komunitas pencahayaan, arsitektur dan performa bangunan di Jakarta pada Kamis, 3 September 2026. Signify Indonesia menyelenggarakan acara ini di Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City, di Ballroom 3 lantai 3, pukul 12.30 sampai 17.00 WIB, dengan pesan Enabling Sustainable Building Performance in Indonesia.

Signify mengundang Herwin, pendiri ALTA Integra, untuk membuka rangkaian pembicara utama. Sesinya menjelaskan di mana keputusan pencahayaan diperhitungkan dalam sertifikasi bangunan hijau dan apa yang harus dibuktikan tim desain untuk mengklaimnya. Dua pembicara utama berikutnya, panel beranggotakan lima orang, sesi tanya jawab dan demonstrasi teknologi mengisi sisa acara siang itu.

Apa Itu Signify Innovation Day

Signify Innovation Day berlangsung sebagai satu program di siang hari. Registrasi dan makan siang membuka jadwal, diikuti sambutan pembuka, tiga presentasi pembicara utama, diskusi panel, demonstrasi teknologi dan penutupan. Satu ballroom menampung seluruh sesi, sehingga semua peserta mendengar argumen yang sama dari awal sampai akhir.

Pesertanya terdiri dari arsitek, desainer pencahayaan, desainer interior, konsultan MEP dan profesional industri lainnya. Campuran ini lebih penting daripada jumlah peserta. Sebuah keputusan pencahayaan pada bangunan nyata melewati setiap disiplin itu sebelum sampai ke peninjau sertifikasi atau facilities manager.

Shishir Bansal, Head of Specification Sales Signify Indonesia, membuka acara dengan sambutan pengantar sebelum menyerahkan panggung kepada pembicara utama pertama.

Herwin: Peran Pencahayaan dalam Sertifikasi LEED

Sesi Herwin, Enabling Sustainable Building Performance in Indonesia: Lighting Role in LEED Certification, menjadi presentasi teknis pertama hari itu. Slide presentasinya memakai judul kerja yang lebih lugas: Light as a LEED Strategy, yang membahas tantangan, strategi, dan kredit pencahayaan dalam LEED v5 dan v4.1.

Argumen utamanya, pencahayaan tidak boleh diperlakukan sebagai item teknis yang berdiri sendiri. Pencahayaan memengaruhi kebutuhan energi, kualitas visual, kemudahan kontrol dan kenyamanan penghuni, dan harus bekerja bersama cahaya alami yang sudah diterima bangunan. Strategi pencahayaan baru memberi hasil jika dikoordinasikan dengan arsitektur, fungsi interior, fasad, strategi kontrol, komisioning dan rencana pemeliharaan jangka panjang. Begitu pula cara layanan sertifikasi bangunan hijau ALTA Integra disusun.

Sesi ini kemudian membahas posisi pencahayaan dalam LEED v5. Di v5, cahaya alami masuk ke EQc2 Occupant Experience, dan jalur simulasinya dinilai dengan Spatial Daylight Autonomy: sDA 40% mendapat satu poin, naik sampai empat poin pada 75%. Jika Annual Sunlight Exposure melebihi 20%, tim harus menjelaskan respons silaunya. Perbandingan lengkap per kredit ada di artikel pendamping kami, Kredit Pencahayaan LEED di v5 dan v4.1.

Ringkasan Herwin sendiri tentang hari itu singkat: "Bagi saya, kunci utama dari Signify Innovation Day adalah bahwa pencahayaan memiliki peran penting dalam membentuk babak berikutnya bagi bangunan berkelanjutan di Indonesia."

Aditya W. Fitriawan: Arsitektur Berkelanjutan dan Ruang Publik

Aditya W. Fitriawan, Director of Architecture di Alien DC, tampil berikutnya dengan Shaping the Future of Sustainable Architecture in Indonesia: Trends in Building and Public Space Design. Ia membagikan pandangannya tentang arsitektur berkelanjutan dan arah desain bangunan serta ruang publik di Indonesia.

Benno Salinas: Lighting the City

Benno Salinas, Chairman HTII (Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia), menutup rangkaian pembicara utama dengan Lighting the City: Designing Smarter, More Liveable and Engaging Urban Spaces. Jika Herwin bekerja pada skala bangunan bersertifikasi, Salinas membawa pencahayaan ke jalan dan ruang publik kota.

Bersama-sama, ketiga pembicara utama menyampaikan satu argumen dari tiga skala. Performa bangunan berkelanjutan tidak lahir dari satu disiplin saja. Seperti dirangkum Herwin setelah acara, dibutuhkan keselarasan antara tujuan pemilik, maksud desain, keputusan rekayasa, spesifikasi produk, kualitas instalasi, dan perilaku operasional.

Diskusi Panel tentang Bangunan Siap Masa Depan

Panel membahas satu pertanyaan: mencapai target keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis melalui future-ready buildings. Prasetyo Adi, Vice Chairman Green Building Council Indonesia, menjadi moderator. Empat panelis menjawab dari empat sudut pandang berbeda soal alasan bisnis sebuah bangunan.

Christina Ng, Certified Facility Manager dan LEED Green Associate, duduk di panel sebagai Director of Facilities Management PT Colliers International Indonesia, mewakili sisi operasional dari masa pakai bangunan. Satrio Prakoso, President Indonesian Society of Sustainability Professionals, dan Stefanus Yonathan Astayasa, Chief Business Officer PT MNC Tourism Indonesia Tbk, membawa sudut pandang standar profesi dan investasi hospitality. Gregorius Wahyu Kurniawan, Head of Sales Intelligent Business Segment Signify Indonesia, menutup panel dengan pandangan produsen soal posisi pencahayaan dalam kasus pertumbuhan bisnis.

Tanya Jawab: Dari Aspirasi ke Implementasi

Sesi tanya jawab interaktif mempertegas poin yang sama. Pembicaraan tentang bangunan berkelanjutan di Indonesia harus bergerak dari aspirasi umum menuju pekerjaan yang terukur, terkoordinasi dan sesuai konteks lokal. Untuk kerangka acuan pencahayaan, hal itu menjadi lima pertanyaan praktis:

  1. Bagaimana konsep pencahayaan mendukung aktivitas nyata pengguna di ruang itu?
  2. Bagaimana konsep itu bekerja dengan cahaya alami yang tersedia?
  3. Seberapa fleksibel sistem kontrolnya?
  4. Bagaimana sistem akan dikomisioning, dioperasikan dan dipelihara?
  5. Apakah keputusan desain yang sama bisa melayani tanggung jawab energi sekaligus kenyamanan manusia?

Demonstrasi Teknologi Pencahayaan Signify

Sesi kerja ditutup dengan demonstrasi teknologi pencahayaan Signify, ditempatkan setelah panel dan sebelum penutupan resmi. Urutan ini penting. Peserta yang baru saja mendengar argumen strategis untuk sebuah keputusan pencahayaan bisa langsung melihat perangkat terkini di baliknya. Inovasi produk paling berguna jika terhubung dengan kerangka acuan performa yang jelas dan gambaran realistis tentang cara bangunan dipakai dari waktu ke waktu.

Karya Pencahayaan ALTA Integra di Balik Sesi Utama

Sesi utama Herwin mengambil contoh dari proyek pencahayaan ALTA Integra sendiri, tiga di antaranya dibangun dengan produk Signify: pencahayaan fasad untuk Danantara Plaza Mandiri, serta desain pencahayaan untuk Gereja Katedral Jakarta dan Gereja Katedral Makassar.

Fasad menara dan interior katedral memberi persoalan yang sangat berbeda bagi rangkaian produk yang sama. Fasad berjalan sebagai skena terprogram yang dipanggil dan dimatikan sistem kontrol. Interior katedral harus menampung ibadah sekaligus arsitektur bangunannya dalam cahaya yang sama. Ketiga proyek itulah rekam jejak nyata di balik argumen yang dibawakan Herwin di Signify Innovation Day.

Poin Penting dari Signify Innovation Day

Pada bangunan bersertifikasi, pencahayaan dihitung lewat akses cahaya alami, kontrol silau, kualitas pencahayaan dan sistem kontrol, dan semuanya bergantung pada keputusan yang dibuat di luar paket pencahayaan.

Bagi ALTA Integra, Signify Innovation Day menegaskan cara kerja yang sudah kami jalankan. Tujuannya adalah pencahayaan yang punya maksud jelas, terukur di tempat yang perlu, mudah dipelihara, dan dibangun di sekitar cara orang benar-benar memakai bangunan.

FAQ

Apa itu Signify Innovation Day 2026?

Signify Innovation Day, Light the Future, adalah acara industri satu hari yang diselenggarakan Signify Indonesia di Jakarta pada Kamis, 3 September 2026. Programnya menggabungkan tiga presentasi pembicara utama, diskusi panel dan demonstrasi teknologi pencahayaan Signify. Pendiri ALTA Integra, Herwin, membuka rangkaian pembicara utama.

Kapan dan di mana Signify Innovation Day diselenggarakan?

Acara berlangsung pukul 12.30 sampai 17.00 WIB pada Kamis, 3 September 2026, di Ballroom 3 lantai 3 Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City. Registrasi dan makan siang membuka jadwal acara. Satu ballroom menampung seluruh sesi hingga demonstrasi penutup.

Siapa saja pembicara utama di Signify Innovation Day?

Herwin, pendiri ALTA Integra, membuka dengan sesi tentang peran pencahayaan dalam sertifikasi bangunan hijau. Aditya W. Fitriawan, Director of Architecture di Alien DC, membahas tren arsitektur dan desain ruang publik berkelanjutan. Benno Salinas, Chairman HTII, menutup rangkaian dengan sesi tentang pencahayaan skala kota untuk ruang perkotaan yang layak huni.

Apa yang dibahas diskusi panel di Signify Innovation Day?

Panel membahas pencapaian target keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis melalui future-ready buildings, dimoderatori Prasetyo Adi, Vice Chairman Green Building Council Indonesia. Christina Ng dari PT Colliers International Indonesia, Satrio Prakoso dari Indonesian Society of Sustainability Professionals, Stefanus Yonathan Astayasa dari PT MNC Tourism Indonesia Tbk dan Gregorius Wahyu Kurniawan dari Signify Indonesia masing-masing membawa sudut pandang berbeda pada kasus bisnis yang sama.

Apa peran ALTA Integra di Signify Innovation Day?

Pendiri ALTA Integra, Herwin, membuka rangkaian pembicara utama dengan sesi tentang di mana keputusan pencahayaan diperhitungkan dalam sertifikasi bangunan hijau. Presentasi ini mengambil contoh dari pekerjaan pencahayaan perusahaan sendiri, termasuk pencahayaan fasad di Danantara Plaza Mandiri serta desain pencahayaan untuk Gereja Katedral Jakarta dan Gereja Katedral Makassar, tiga proyek yang dibangun dengan produk Signify.

Di mana pemilik bangunan di Jakarta bisa mendapatkan desain pencahayaan seperti yang dipresentasikan Herwin?

ALTA Integra menyediakan desain pencahayaan dan dukungan sertifikasi bangunan hijau untuk proyek di Jakarta dan seluruh Indonesia. Portofolio pencahayaan perusahaan mencakup Danantara Plaza Mandiri serta Katedral Jakarta dan Katedral Makassar, tiga proyek yang dibangun dengan produk Signify. Lingkup pencahayaan pada proyek bersertifikasi biasanya dimulai dari kerangka acuan cahaya alami dan kontrol sebelum pemilihan lampu.

Sumber

  1. "Signify Innovation Day: Lighting for Sustainable Building Performance in Indonesia", catatan acara, sumber untuk deskripsi audiens dan sambutan pembuka oleh Shishir Bansal.
  2. Signify Indonesia, perusahaan penyelenggara acara.
  3. Green Building Council Indonesia, afiliasi moderator panel.
  4. Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII), organisasi yang dipimpin pembicara utama Benno Salinas.
Signify Innovation Day lighting design sustainable buildings green building certification Jakarta events ALTA Integra
Terkait